Cilegon Masih Kekurangan Tempat Sampah dan Petugas Pengangkut

Struktur Organisasi

Menjaga lingkungan merupakan tanggung jawab kita bersama, termasuk dalam pengelolaan sampah. Namun, Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Cilegon telah mengakui bahwa minimnya tempat sampah masih menjadi kendala utama dalam upaya mengelola sampah di Kota Baja.

Menurut Kabid Pengelolaan dan Pengawasan Sampah DLH Kota Cilegon, Muhriji, walaupun sudah terdapat teknologi untuk memproses sampah di hilir, masalah di hulu masih menjadi fokus utama yang harus ditangani.

Meskipun sudah ada Tempat Pengolahan Sampah Terpadu (TPST) yang sedang dibangun dengan kapasitas 200 ton dan TPST berkapasitas 30 ton yang bekerja sama dengan IP dan PLN, masih banyak sampah yang terbengkalai di sekitar hulu. Menurut Muhriji, ini disebabkan karena masyarakat belum sepenuhnya patuh dalam membuang sampah pada tempatnya. Dia juga menambahkan bahwa pohon-pohon di sepanjang jalan dekat tugu selamat datang dan pintu Tol Cilegon Timur hingga lampu merah PCI akan dirapihkan sebagai bagian dari upaya untuk menjaga kebersihan daerah tersebut.

Dalam pandangannya, ada tiga faktor utama yang menyulitkan dalam penanganan sampah di Cilegon. Salah satu masalah utama adalah kekurangan tempat sampah di sekitar pemukiman warga.

DLH mengandalkan dukungan dari Bappedalitbang dalam pengadaan tempat sampah di daerah. Terlebih lagi setelah adanya kebijakan pemerintah pusat yang melibatkan 3 persen dari APBD untuk sektor persampahan.